Sabtu, 19 Mei 2018

Puasa Ramadhan dan 70 000 pintu hijab


Nabi Musa adalah manusia yang diberi karunia yang sangat besar oleh Allah yaitu diperkenankan bercakap-cakap langsung dengan Allah. Ketika Nabi Musa sedang bercakap-cakap langsung dengan Allah, maka jarak antara Nabi Musa dengan Allah adalah sepanjang 70.000 Hijab.
Demikianlah seorang hamba yang berdo’a kepada Allah, maka jarak antara hamba tersebut dengan Allah adalah 70.000 hijab.
(catatan : 70.000 hijab = antrian 70.000 do’a atau permohonan)

Suatu kali Nabi Musa bertanya kepada Allah, ” Wahai Allah, adakah umat diakhir jaman yang Engkau muliakan sebagaimana aku telah Engkau muliakan dengan bercakap-cakap langsung dengan Engkau?”

Allah berfirman, ” Wahai Musa, sesungguhnya umat diakhir jaman mempunyai sebuah ibadah yaitu berpuasa di bulan Ramadhan. ketika hamba-hambaKU berpuasa disiang hari, ketika bibir mereka menjadi pucat karena menahan lapar, dan kulit mereka mengering karena mereka menahan haus, ketika itulah Aku merasa malu kepada mereka.
Karena itu Aku memberi mereka 2 kegembiraan, yaitu :

1. Kegembiraan ketika hendak berbuka puasa (detik-detik menunggu berbuka puasa), pada saat itulah, AKU MEMBUKA SEMUA 70.000 PINTU HIJAB.

2. Kegembiraan ketika mereka memasuki surga dan Bertemu dengan Aku. “.

Apabila seorang muslim yang beriman tau, bahwa detik-detik berbuka puasa adalah kegembiraan karena Allah membuka semua pintu 70.000 hijab antara Allah dengan hambaNYA, maka seorang hamba akan banyak berdzikir dan berdo’a.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar