Sabtu, 28 April 2018


6 SIFAT HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA :

1. Laailaahaillallah Muhamadurrosulullah = Pondasi agama

2. Sholat = Tiang Agama

3. Ilmu ma’a Dzikir = Ruh agama

4. Ikromul Muslimin = Buahnya agama

5. Taskhikhun Niat = Asbab diterimanya agama

6. Dakwah dan Tabligh = Asbab tersebarnya agama

6 SIFAT HUBUNGANNYA DENGAN HAMBA :
1. Laailaahaillallah Muhamadurrosulullah = Ikrarnya seorang Hamba

2. Sholat = Taatnya seorang hamba

3. Ilmu ma’a Dzikir = Tata cara hidup seorang Hamba

4. Ikromul Muslimin = Akhlaq seorang Hamba

5. Taskhikhun Niat = Hakekat seorang hamba

6. Dakwah dan Tabligh = Belajarnya seorang hamba

6 SIFAT HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT UMMAT :
1. Laailaahaillallah = obat kesyirikan, Muhamadurrosulullah = obat kebid’ahan

2. Sholat = Obat Kemungkaran dan kemaksiatan umat

3. Ilmu ma’a Dzikir = Obat kejahilan dan kelalaian umat

4. Ikromul Muslimin = Obat perpecahan umat

5. Taskhikhun Niat = Obat penyakit hati (ujub, riya’i sombong, iri, dengki dsb)

6. Dakwah dan Tabligh = Obat kesalah pahaman umat ..

6 Sifat yg berhubungan dengan Agama


6 SIFAT HUBUNGANNYA DENGAN AGAMA :

1. Laailaahaillallah Muhamadurrosulullah = Pondasi agama

2. Sholat = Tiang Agama

3. Ilmu ma’a Dzikir = Ruh agama

4. Ikromul Muslimin = Buahnya agama

5. Taskhikhun Niat = Asbab diterimanya agama

6. Dakwah dan Tabligh = Asbab tersebarnya agama

6 SIFAT HUBUNGANNYA DENGAN HAMBA :
1. Laailaahaillallah Muhamadurrosulullah = Ikrarnya seorang Hamba

2. Sholat = Taatnya seorang hamba

3. Ilmu ma’a Dzikir = Tata cara hidup seorang Hamba

4. Ikromul Muslimin = Akhlaq seorang Hamba

5. Taskhikhun Niat = Hakekat seorang hamba

6. Dakwah dan Tabligh = Belajarnya seorang hamba

6 SIFAT HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT UMMAT :
1. Laailaahaillallah = obat kesyirikan, Muhamadurrosulullah = obat kebid’ahan

2. Sholat = Obat Kemungkaran dan kemaksiatan umat

3. Ilmu ma’a Dzikir = Obat kejahilan dan kelalaian umat

4. Ikromul Muslimin = Obat perpecahan umat

5. Taskhikhun Niat = Obat penyakit hati (ujub, riya’i sombong, iri, dengki dsb)

6. Dakwah dan Tabligh = Obat kesalah pahaman umat ..

Perumpamaan Hati Manusia


❤💛👳🏼‍♂💚🖤
*WAHAI HATI/QOLBU*

PERUMPAMAAN HATI MANUSIA

“Rasulullah SAW bersabda, ‘Hati manusia lebih bergolak daripada kuali yang sedang mendidih di atas api.’ (HR Ahmad dan Al-Hakim) Betapa banyak manusia yang kadang-kadang hatinya menyatu dengan Allah, tetapi sebentar kemudian berpisah. Betapa banyak yang menghabiskan malam dalam ketaatan kepada Allah, tetapi ketika matahari terbit, ia tak ingat lagi kepada-Nya. Hati sama seperti mata. Bukan keseluruhan mata yang bisa melihat, melainkan sebagian lensanya saja.

Begitu juga dengan keadaan hati. Jadi, bagian hati yang memandang bukanlah bagian lahiriahnya yang berupa gumpalan daging, melainkan unsur lembut yang Allah letakkan di dalamnya. Unsur itulah yang bisa memandang dan menangkap.

Allah sengaja menempatkan hati bergantung kepada dada bagian kiri seperti ember. Jika dibebani oleh syahwat, maka ia akan bergerak dan kalau dibebani ketakwaan juga bergerak. Kadang-kadang lintasan nafsu atau syahwat yang lebih dominan, dan kadang-kadang lintasan takwa yang lebih dominan. Karena itulah kadang-kadang hati menyadari  dan menerima karunia Allah dan kekuasaan-Nya. Kadang-kadang pada saat tertentu lintasan nafsu dapat dikalahkan oleh lintasan takwa sehingga hati pun memujimu.

Tetapi, di saat yang lain, lintasan takwa dikalahkan oleh lintasan nafsu sehingga hati pun mencelamu. Kedudukan hati bagaikan atap rumah. Jika engkau menyalakan api di dalam rumah, asapnya akan membumbung ke atap hingga membuatnya hitam. Seperti itulah api syahwat. Jika api syahwat berkobar dalam tubuh, maka asap-asap dosanya akan naik memenuhi hati dan menghitamkannya.”

---Syekh Ibnu Atha’illah dalam Taj Al-‘Arus

Jangan Menyakiti Sesama.....


*JANGAN MENYAKITI SESAMA, JANGAN MENCARI KEBURUKAN ORANG DAN JANGAN MENGGUNJING SATU SAMA LAIN*


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

ياَ أَيُّهاَ الَّذِيْنَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيْهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ إِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَحِيْمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Hujarat 12)


وَاعْلَمْ أَنَّهُ لَيْسَ بِواَجِبٍ أَنْ يَبْحَثَ عَنِ المُنْكَراَتِ المُسْتَوْرَةِ حَتَّى يُنْكِرُهاَ إِذاَ رَآَهاَ بَلْ ذَلِكَ مُحَرَّمٌ


Ketahuilah bahwasanya tidaklah wajib menceritakan kemunkaran yang tersembunyi, kecuali hanya untuk mengingkarinya saja jika memang melihatnya, bahkan menceritakan kemunkaran itu diharamkan. Hal ini berdasarkan firman Allah Swt tersebut di atas. Juga berdasarkan Sabda Nabi Saw dalam khutbah beliau ;


ياَمَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِساَنِهِ وَلَمْ يَفْضِ الإِيْماَنُ إِلىَ قَلْبِهِ لاَ تُؤَذُّوْا المُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَزْدِرُوْهُمْ وَلاَ تَتَّبِعُوْا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ يَتَتَبِعُ عَوْرَةَ أَخِيْهِ المُسْلِمِ تَتَبِعُ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبِعُ اللهُ عَوْرَتَهُ يُفْضِحُهُ وَلَوْ فيِ جَوْفِ رَحْلِهِ


“Wahai orang-orang yang lisannya menyatakan islam dan keimananya belum sampai ke hati, janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan berbuat jahat kepada mereka dan jangan pula menceritakan keburukan mereka, karena sesungguhnya seseorang yang menceritakan keburukan saudaranya yang muslim maka Allah akan menceritakan keburukannya, siapa yang keburukannya diceritakan Allah maka ia sesungguhnya dipermalukan Allah, meskipun berada di dalam kamar”. (HR. Turmudzi dan Ibnu Hibban)


Anda hanya berkewajiban untuk memerintah kebaikan di saat anda melihat orang tidak berbuat kebaikan. Dan anda harus melarang keburukan di saat anda melihat orang melakukan keburukan itu. Ketahuilah dalam hal ini kami banyak melihat orang keliru menyikapinya. Penyusun kitab Nasoihuddiniyyah menyatakan ;


وَمِنَ المُهِمِّ أَنْ لاَتُصَدِّقَ وَلاَتَقَبَّلَ كُلُّ ماَيُنْقَلُ إِلَيْكَ مِنْ أَفْعاَلِ النَّاسِ وَأَقْواَلِهِمْ المُنْكَرَةِ حَتَّى تُشاَهِدُ ذَلِكَ بِنَفْسِكَ أَوْ يُنْقِلُهُ إِلَيْكَ مُؤْمِنٌ تَقِىٌّ لاَيُجاَزِفُ وَلاَيَقُوْلُ إِلاَّ الحَقَّ


Diantara hal paling penting adalah anda tidak membenarkan dan tidak menerima setiap khabar yang anda dapatkan tentang perbuatan dan perkataan yang buruk, kecuali anda menyaksikan sendiri atau mendapat khabar dari seorang mukmin yang taqwa, amanah, tidak cerita berlebihan dan tidak berkata melainkan benar.


Demikian itu karena, berbaik sangka kepada kaum muslimin itu diharuskan. Banyak orang sekarang terlalu berlebihan, mudah terpancing isu, sehingga pada akhiranya kurang peduli kebaikan dan hilangnya amanah.


Menurut mereka, seorang yang terpuji ialah jika menyamai keinginan mereka meskipun tidak menegakkan agama Allah, seorang tercela ialah jika menyalahi mereka meskipun seorang soleh. Akhirnya mereka memuji orang yang tidak layak dipuji, karena menyamai dan diam akan kebatilan. Mereka mencela orang yang menyalahi dan menasehati agamanya, inilah kebanyakan orang sekarang, kecuali orang yang Allah lindungi.


*Penyusun kitab Nasoihuddiniyyah menyimpulkan ;*


فَوَجَبَ الإِحْتِراَزُ وَالتَّحَفُظُ وَالإِحْتِياَطُ فىِ جَمِيْعِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ الزَماَنَ مُفْتَوْنَ وَأَهْلُهُ عَنِ الحَقِّ ناَكِبُوْنَ إِلاَّ مَنْ شاَءَ اللهُ مِنْهُمْ وَهُمْ الأَقَلُوْنَ


Oleh karena itu, kita diwajbkan menjaga, memelihara dan hati-hati dalam segala hal, zaman sekarang banyak terjadi fitnah, orang-orangnya jauh dari kebenaran, kecuali mereka

Senin, 26 Maret 2018


Inspirasi Pagi :


Makna dari Kehidupan Bukan Terletak pada seberapa Bernilainya Diri Kita, Tetapi seberapa Besar Bermanfaatnya Kita bagi Orang lain.

Jika Keberadaan Kita dapat Menjadi Berkah bagi Banyak Orang, barulah Kita Benar- Benar Bernilai.

*”Manusia terbaik adalah yg paling bermanfaat bagi sesama”* (Muttafaqun alaih)

Tetap Semangat.

Senin, 15 Januari 2018

Pesan indahbah Maimun


"PESAN INDAH MBAH MAIMUN"

K.H Maimun Zubair Dawuh,,,,

Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air,
Maka angkat dan tolonglah...
Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.

Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin,
Maka singkirkanlah,
Barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.

Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya,
Maka ambil dan susulkan ia dengan induknya,
Semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan,
Maka antarkanlah ia...
Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama,
Maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu,
Setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..
Yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali,

Maka tahanlah tangan dan lesanmu dari menyakiti sesama makhluk hidup.....

Setidaknya itu akan menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya.

Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan,
Bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya,
Bukan karena panjang shalat malamnya.
Tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda.

Rasulullah bersabda:

« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".(HR. Muslim)

Mari kita selalu berusaha dg Pikiran dan prilaku positif,

Semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan..

Aamiin..


https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=797137643793685&id=361352827372171

Rabu, 03 Januari 2018

Tadabur QS Ar Rohman 19, 20, 21

*Assalamualaikum*

Alhamdulillah setelah sekian lama menunggu video yg bagus tentang masalah dua lautan yg tak pernah menyatu, akhirnya saya mendapatkan kiriman video yg bagus tentang kebenaran firman Allah Swt dlm surat *Ar-Rahman ayat 19,20 & 21*

Video ini membuktikan kebenaran Surat Ar-Rahman ayat 19, 20, dan 21 yg berbunyi:

*“Dia membiarkan dua lautan mengalir yg keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yg tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yg kamu dustakan?"*
_(Q.S. Ar-Rahman:19-21)_

*"Dan Dialah yg membiarkan 2 laut yg mengalir (berdampingan); yg ini tawar lagi segar & yg lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yg menghalangi"*
_(QS. 25:53)_

Inilah video tersebut, yg memperlihatkan aliran dua lautan yg tidak pernah bercampur, seolah-olah ada sekat atau dinding yg memisahkannya.

Masya Allah, Maha Besar Allah Yang Maha Agung. Ternyata air laut yg tdk bercampur itu benar-benar ada. 

*Dua lautan yg tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar, selat yg memisahkan benua Afrika & Eropa, tepatnya antara negera Maroko & Spanyol.*

*Semoga bermanfaat untuk bahan tadabbur AlQur'an.*